havid personal page, Blogging resource, Computers Networking and all interest idea.

  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin

Thumbnail Recent Post

Recent Comments

Posted by Hafidh Fathul - - 22 comments

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.

Ada seorang anak bernama Ahmad. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Ahmadlah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya.

Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Ahmad bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.

Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 "pembalap" kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah di antaranya.

Namun, sesaat kemudian, Ahmad meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan tang bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata, "Ya, aku siap!".

Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat, menjagokan mobilnya masing-masing. "Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju", begitu teriak mereka.

Aha...sang pemenang harus ditentukan, tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Ahmadlah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Ahmad. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. "Alhamdulillah, Terima kasih."

Saat pembagian piala tiba. Ahmad maju ke depan dengan bangga. Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. "Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Allah swt agar kamu menang, bukan?". Ahmad terdiam. "Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan" kata Ahmad.

Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Allah swt untuk menolongmu mengalahkan saudaramu yang lain. "Aku, hanya bermohon pada Allah swt, supaya aku tak menangis, jika aku kalah." Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.

Saya hanya mencoba berbagi bukan mengusulkan atau menyalahkan. Saya berusaha tidak memosting anjuran-anjuran yang prilaku baik ataupun menyalahkan kelakuan orang, karna saya sendiri adalah orang yang paling salah dan buruk dalam hidup ini, saya hanya mencoba share [copy paste] yang saya baca dari bang redline ini yang berguna buat saya, semoga juga berguna untuk teman-teman pembaca semua.

22 Responses so far.

  1. Bagi keyakinanku doa adalah segalanya. Ibarat komunikasi dengan orang tua kita yang wajib dan merupakan kebutuhan, Doa kepada TUHAN melebihi segalanya. Dia yang menciptakan dunia dan isinya. Kekuatan kita salah satunya yaitu dari kedekatan dengan TUHAN. Caranya? Salah satunya adalah DOA.
    Nice post,bro.

  2. postingan yg brmnfaat sekali... thx bro

  3. harapan untuk bisa menerima sebuah kekalahan adalah sesuatu hal yang bisa menjadi kunci untuk mendapatkan seribu kemenangan..
    nice post broth..!!

  4. tyas says:

    cumiiiee...
    postingan ini bikin mataku berkaca2....

    swear bagus banget...

  5. Lyla says:

    duhh... seandainya setiap manusia seperti Ahmad alangkah indahnya dunia

  6. anita mui says:

    udah pernah baca di koran!! aku juga terharu saat tau doa yg dibaca ahmad..jarang ada orang yg berdoa seperti itu..!! ayo mas cumie,,ikuti gaya ahmad...

  7. Tony says:

    hatiku jadi merasa bersalah

  8. Panda says:

    pernah baca tp ga tau napa tiap baca ini bikin Panda.....

  9. Cebong says:

    serasa ingin ikut berdo'a seperti ahmad,..

  10. doa yang polos....dan jujur tanpa berlebihan...rasanya aku juga ingin seperti itu....

    kang sekalian nih mau ngasih tau, ada PR di tempatku buat kang cumie on the blue jean

  11. wahh sgt inspirasional... trima kasih atas tulisan yg begitu menyentuh ini ... :)

  12. Aduuuh, doa yang sangat manis. Gak mudah lho doa kayak gitu.

  13. Andri says:

    wah keren juga tuh anak.. :(
    jadi terharu.. masih ada ya anak kayak gitu..

  14. WoeL says:

    pstingan yang membuatku sadar, he...good, thanks ya dah share di blog & lam kenal

  15. acy says:

    postingan yang menyentuh cumie :)

  16. cumie says:

    saya jg sering hilaf, jarang sekali terpikir berdoa seperti ini. kadang menghadap tuhanpun saya malah egois minta ini itu, tanpa mikirin orang lain yang mungkin dirugikan karna doa saya tadi..

  17. saya salut sama atlet itu,dia memakai jilbab.Itu sangat bagus padahal menurut sebagianatlet jilbab itu menyusahkan

  18. wah manusia biasa selalu berdoa tuh buat sang pencipta

  19. ayas says:

    cerita yang menyentuh ....

  20. andika.ni says:

    mantap bro. makin banyak postingan positif di jagad maya, makin berarti kita sebagai manusia. keep up!

  21. hiks.....aq jadi berkaca2...begitu indah sebuah doa...hiks...hiks...*ngelanjutin nangis*

Leave a Reply